26/04/11

Sehat Cara Nabi Muhammad SAW


Nabi Muhammad SAW. Memberikan pesan kepada umatnya mengenai kesehatan. Pesan yang beliau sampaikan adalahmengatur keseimbangan isi perut. Sepertiga isi perut diisi oleh makanan, sepertiga lainnya diisi oleh air, dan sepertiga lagi diisi oleh udara.
Selama hidupnya Nabi Muhammad saw hanya sakit tiga kali. Yaitu setelah menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang amat sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang kedua ketika beliau disihir oleh orang Yahudi sehingga turunlah surat Al-Falaq dan An-Naas. Yang satunya lagi menjelang belau wafat.
Hal ini memperjelas gambaran bahwa belau memiliki fisik yang sehat dan daya tahan tubuh luar biasa. Sebenarnya, kalau ditelusuri, kondisi alam negeri Arab pada saat itu adalah tanah yang tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, ditambah dengan berpuluh kali peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang hebat.
Lalu bagaimana caranya Nabi Muhammad saw memiliki fisik yang sehat dan daya tahan tubuh luar biasa? Mengapa Nabi Muhammad saw jarang sakit?
Kuncinya adalah Nabi Muhammad saw mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, belau sangat menekankan aspek pencegahan dari pada pengobatan. Kalau kita telaah Al Qur’an dan Madits Nabimaka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Nabi Muhammad saw sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam kitab shahih Bukhari saja, tak kurang dari 80 Hadits yang membicarakan masalah ini.
Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Nabi Muhammad saw selalu tampil fit dan jarang sakit. Berikut ini cara sehat Nabi Muhammad saw:
1.Mengelola Emosi
Jiwa yang buruk membuat kesehatan ikut memburuk. Orang yang selalu dihadapi ketakutan, stress terhadap pekerjaan dan menjadi orang yang gampang marah, bisa dipastikan memiliki peluang yang besar untuk terkena penyakit fisik. Lalu bagaimana belau mengelola emosi? Beliau memilki keterampilan sempurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam mengelola hati, pikiran dan perasaan, serta berhubungan yang intens dengan Dzat Yang Maha Tinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun rohani. Beberapa hal yang perlu dijadikan contoh dari Nabi Muhammad saw dalam mengelola emosi antara lain:
a. Tidak mudah marah.
Kabar gembira bagi orang yang tidak mudah marah. Orang yang menjaga amarahnya maka hatinya akan tentram. Jika rasa amarah timbul, segera hilangkan dengan:
• Mengubah posisi tubuh. Jika marah ketika berdiri, hendaklah langsung duduk.
• Segera berwudhu.
• Mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.
b. Memiliki sikap optimis.
Nabi Muhammad saw mengalami kesulitan ketika memulai penyebaran agama Islam di Makkah. Ditengah-tengah kesulitan yang kian membelit, pada tiga tahun pertama, beliau hanya berhasil memperoleh 13 orang pengikut, namun beliau tetap optimis. Setelah Nabi Muhammad saw wafat, umatnya bertambah dan terus bertambah sehingga kini umat Islam di dunia berjumlah milyaran orang.
c. Tidak pernah iri hati.
Nabi Muhammad saw mengajarkan umatnya untuk tidak iri hati. Hanya dalam dua hal kita diperbolehkan bersikap iri hati, yaitu: pertama, pada kekayaan seseorang yang dipergunakan untuk menegakkan kebenaran; kedua, pengetahuan yang dimiliki seseorang. Pengetahuan tersebut disebarkan kepada setiap orang.
2.Pola Makan Yang Sehat
Selain memiliki kemampuan mengelola emosi yang sempurna, Nabi Muhammad saw juga memiliki cara makan khusus untuk menjaga kesehatannya. Berikut ini cara makan yang sehat cara Nabi Muhammad saw:
a. Memilih makanan yang halal dan baik untuk kesehatan (thayyib).
Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (segar). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkanya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi.
Nabi Muhammad gemar sekali meminum madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihkan air liur dan pencernaan. Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Hakim, Nabi Muhammad saw bersabda: “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Al Qur’an”.
b. Mengatur kapasitas perut.
Nabi Muhammad saw tidak makan sebelum lapar dan beliau berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair) dan sepertiga lagi untuk udara (gas).
c. Makan dengan tenang, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo sedang.
Cara makan seperti ini akan menghindari kita dari tersedak dan tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.
3.Mengatur Pola Tidur.
Nabi Muhammad saw memiliki pola tidur yang baik. Dengan pola tidur yang baik, maka metabolisme tubuh tetap terjaga. Berikut ini adalah pola tidur Rasulullah saw:
a. Cepat tidur dan cepat bangun.
Beliau tidur di awal malam (setelah shalat Isya) dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Nabi Muhammad saw bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Hal ini sangat berbeda dengan kebanyakan orang sekarang. Kebiasaan bergadang hingga larut malam dan bangun kesiangan bisa merusak metabolisme tubuh. Selain itu, beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekedar dibutuhkan. Penilitian Daniel F Kripke, ahli psikiater dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penilitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun menyimpulkan bahwa orang yang biasa tidur lebih 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Nabi Muhammad saw biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.
b. Membaringkan tubuh kearah kanan.
Nabi Muhammad saw tidur dengan memiringkan tubuh kearah kanan, sambil berzikir kepada Allah SWT hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali kesebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efesien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur, agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring kekanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam dan lidah jatuh kesamping sehingga tidak menganggu proses pernapasa yang sering menyebabkan mendengkur pada saat tidur.
c. Selalu bangun sebelum subuh dan Shalat.
Bangun sebelum subuh memberikan keberkahan, baik di dunia, berupa kesehatan dan rizki yang lapang, maupun didoakan oleh malaikat menjadi orang shaleh. Adapun keuntungan bangun sebelum subuh adalah badan sehat, otak cerdas, penghidupan yang lapang serta mendapat kebaikan dunia dan akhirat. Sebagaiman Nabi Muhammad saw bersabda, “Shalat Subuh tepat pada waktunya lebih baik dari pada dunia dan seluruh isinya”. Dan juga menurut penelitian pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih, maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya. Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat. Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini. Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan “Shalat Subuh tepat pada waktunya lebih baik dari pada dunia dan seluruh isinya”? Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannyasel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu yang menentukan melebaratau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”. Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida. Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998. Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita. Jadi kalau kita bangun sebelum Subuh dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus. Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasangpasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO. Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.
4.Senantiasa Berpuasa (Shaum).
Nabi Muhammad saw gemar melakukan shaum sunnah, di luar shaum Ramadhan. Nabi Muhammad saw menganjurkan shaum sunnah kepada umatnya seperti senin-kamis, Ayyaumul Bith (puasa tiga hari pada tengah bulan hijriyah tanggal 13,14,15), shaum Nabi Daud as dan shaum enam hari di bulan syawwal. Shaum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai ampas makanan, menahan diri dari makanan berbahaya. Shaum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Shaum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.
5.Senantiasa Menjaga Kebersihan.
Beliau senantiasa menjaga pakaiannya tetap bersih dan rapih, tak pernah ada bintik-bintik hitam atau kuning pada sorbannya. Baju gamisnya selalu bersih, walaupun beliau hanya memiliki tidak lebih dari dua salinan. Selain itu beliau menganjurkan untuk menjaga kesehatan gigi, beliau bersabda “Gosoklah gigimu berulang-ulang, sebab hal itu membersihkan mulut dan disukai Allah”.
6.Gemar Berjalan Kaki.
Nabi Muhammad saw senantiasa berjalan kaki kerena ternyata berjalan kaki baik untuk kesehatan jantung. Nabi Muhammad saw mencontohkan beliau berjalan kaki mengunjungi Baqi’, baik pada waktu panas terik maupun malam. Beliau tidak suka hidup manja.
Dikutip dari buku “Delapan Rahasia Meraih Kebahagian Dunia dan Akhirat”.

AKHIR PEMIKIRAN IBU KARTINI (SISI LAIN YANG TIDAK TERPUBLIKASIKAN)


Kartini dianggap sebagai pelopor perjuangan emansipasi di Indonesia. dan
akhir-akhir ini namanya dihubung-hubungkan dengan kata feminisme.

Apa yang terlanjur lekat dengan sosok Kartini sebenarnya hanyalah
sebagian proses hidupnya yang gelisah. Akhir proses kartini tak banyak
terungkap. Pemikiran pada awal prosesnya-lah yang terlanjur lantang
disuarakan sehingga lekat pada namanya. Padahal, menjelang akhir
hayatnya, Pemikiran kartini telah banyak berubah.


KARTINI DULU

Ngga bisa disalahkan kalo ada orang yang beranggapan Kartini
memperjuangkan emansipasi, mendobrak adat, dan berkiblat ke Barat, serta
mengkritisi Islam. Pada awalnya, Kartini emang demikian. Inilah contoh
surat-suratnya:

"...Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik
itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa"
[surat kepada Stella, 25 Mei 1899]

"Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan
menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah aku pilih."
[surat kepada Ny Ovinksoer, 1900]

Tidak heran kalo Kartini punya pemikiran demikian. Gimana lagi? Temen
surat-menyurat Kartini kebanyakan adalah orang barat yang hendak
membaratkan kaum ningrat di Indonesia, dimana tujuan akhirnya adalah
agar mereka tidak melakukan perlawanan terhadap pemerintah Hindia
Belanda pada jaman tersebut. Mari kita simak teman-teman korespodensi
Kartini.  siapa sajakah mereka..?.

1. J.H. Abendon

Abendon ditugaskan oleh Belanda sebagai Direktur Deptemen Pendidikan,
Agama, dan Kerajinan. Abendon banyak meminta nasihat dari Snouck
Hurgronye (seorang orientalis yang pura-pura masuk islam untuk mencari
cara mematikan semangat jihad umat islam di Indonesia). Menurut
Hurgronye, golongan yang paling keras menentang penjajah Belanda adalah
golongan Islam. Memasukkan peradaban Barat dalam masyarakat pribumi
adalah cara yang paling jitu untuk mengatasi pengaruh Islam. Tidak
mungkin membaratkan rakyat, kecuali jika ningratnya telah dibaratkan.
Untuk tujuan itu, langkah pertama yang harus diambil adalah mendekati
kalangan ningrat terutama yang menganut agama Islam untuk kemudian
dibaratkan. Dan Hurgronye menyarankan Abendanon untuk mendekati Kartini.


2. Stella (Estelle Zeehandelaar)

Seorang wanita Yahudi, anggota militan pergerakan feminis di negeri
Belanda saat itu.


3. Nellie Van Kol (Ny. Van Kol)

Ia adalah seorang penulis yang mempunyai pendirian humanis dan
progresif. Dialah orang yg paling berperan dalam mendangkalkan aqidah
Kartini. Pada awalnya, ia bermaksud untuk memurtadkan Kartini dengan
kedatangannya seolah-olah sebagai penolong yang mengangkat Kartini dari
ketidakpeduliannya terhadap agama. 


BERTEMU KYAI SHOLEH DARAT

Selain faktor teman buruk, kaum muslim di sekeliling Kartini juga punya
pemahaman yang salah terhadap Islam. Mereka mengajarkan Islam tanpa
memahamkan apa yang diajarkan. coba kita simak surat kartini kepada
stella berikut ini.

"Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan
tidak boleh memahaminya. Al Qur'an terlalu suci, tidak boleh
diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Disini tidak ada yang mengerti
bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur'an tapi tidak
mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang
diajar membaca tapi tidak mengerti apa yg dibacanya." [surat kepada
Stella, 6 Nov 1899]

Perlu diketahui pada waktu pemerintahan Hindia Belanda umat muslim
memang dibolehkan mengajarkan Al Qur'an dengan syarat nggak diterjemahin
alias cuma belajar baca huruf arab (pengaruh ini masih dapat kita jumpai
saat ini, dimana belajar Al-quran dianggap selesai ketika telah mampu
membaca Al-quran dengan lancar sampai akhir walaupun tidak paham
makna-nya -khataman-). Dan ini memang taktik belanda agar orang-orang
Indonesia tidak paham terhadap Al-quran dan akhirnya mereka tidak akan
angkat senjata kepada penjajah kafir belanda.

Suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak.
Saat itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota
keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama wanita lain dari
balik tabir. Kartini tertarik kepada materi yg sedang diberikan, tafsir
Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat. Setelah selesai pengajian, Kartini
mendesak pamannya agar bersedia untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh
Darat. 

Kartini menceritakan bahwa selama hidupnya baru kali itulah dia sempat
mengerti makna dan arti surat Al Fatihah, yang isinya begitu indah
menggetarkan hati. Kemudian atas permintaan Kartini, Kyai Sholeh diminta
menerjemahkan Al Qur'an dalam bahasa Jawa di dalam sebuah buku berjudul
Faidhur Rahman Fit Tafsiril Quran jilid pertama yang terdiri dari 13
juz, mulai surat Al Fatihah hingga surat Ibrahim. Buku itu dihadiahkan
kepada Kartini saat dia (Kartini) menikah dengan R. M. Joyodiningrat,
Bupati Rembang.

Kyai Sholeh meninggal saat baru menerjemahkan jilid pertama tersebut.
Namun, Kartini hal ini sudah cukup membuka pikiran Kartini dalam
mengenal Islam.

Tahu nggak? Sebenarnya ungkapan Habis Gelap Terbitlah Terang itu
sebenarnya Kartini temukan dalam surat Al Baqarah ayat 257, yaitu firman
Allah"...minazh-zhulumaati ilan-nuur" yang artinya "dari
kegelapan-kegelapan (kekufuran) menuju cahaya (Islam)". Oleh Kartini
diungkapkan dalam bahasa Belanda "Door Duisternis Tot Licht". dan
kemudian oleh Armien pane yang menerjemahkan kumpulan surat-surat
Kartini diungkapkan menjadi "Habis Gelap Terbitlah Terang"


KARTINI KEMUDIAN

Kartini yang mulai mengenal islam pun berubah. Pandangannya terhadap
Islam menjadi positif.

"Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain
memandang agama Islam patut disukai"  [surat kepada Ny. Van Kol, 21 Juli
1902].

Kartini kemudian merumuskan arti pentingnya pendidikan untuk wanita,
bukan untuk menyaingi kaum laki-laki seperti yang diyakini oleh pejuang
feminisme dan emansipasi saat ini (sebenarnya lebih cocok disebut
sebagai westernisasi), namun agar para wanita lebih cakap menjalankan
kewajibannya sebagai Ibu. Kartini menulis dalam suratnya:

"Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak
perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak
perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi
karena kami yakin pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar
wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan
alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi Ibu, pendidik manusia yang
pertama-tama." [kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Okt 1902]

Dan tidak hanya itu, pandangannya terhadap Barat pun berubah. Kartini
menulis; 

"Dan saya menjawab, Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kami mengatakan bahwa
kami beriman kepada Allah dan kami      tetap beriman kepada-Nya. Kami
ingin mengabdi kepada Allah dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya
tentulah kami sudah memuja orang dan bukan Allah" [kpd Ny. Abendanon, 12
Okt 1902]

"Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu
benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami,
tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna?
Dapatkah Ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat
Ibu, terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut
sebagai peradaban?" [surat kepada Ny. Abendanon, 27 Okt 1902]

Kartini meninggal dalam usia muda 25 thn, empat hari setelah melahirkan
putranya. Ia tak sempat belajar Islam lebih dalam. namun yang patut
disayangkan kebanyakan orang mengetahui Ibu Kartini hanyalah sekedar
pejuang emansipasi wanita. Banyak orang yang nggak tahu
perjalanan Kartini menemukan Islam dan perubahan pola pikirnya.


Smoga tulisan ini dapat menggugah kita untuk tahu lebih dalam tentang
IBU KITA KARTINI, daripada sekedar peringatan tahunan tampa makna.


(aboe anas disadur dari majalah Elfata)

22/04/11

Rahasia Bahagia : Bila Kita Ingat Akan Mati

Seorang pria mendatangi Master, "Guru, saya bosan hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin mati."

Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit. Dan penyakitmu pasti bisa sembuh."

"Tidak Guru, tidak. Saya tidak ingin hidup," tolak pria itu.

"Baiklah. Ambil racun ini. Minum setengah botol malam ini, sisanya besok sore jam 6. Jam 8 malam kau akan mati dgn tenang."

Pria itu bingung. Setiap Master yg ia datangi selalu memberikannya semangat hidup. Tapi yg ini malah menawarkan racun.

Sampai di rumah, ia minum setengah botol racun. Ia memutuskan makan malam dgn keluarga di restoran Jepang yg sudah lama tak pernah ia lakukan. Utk meninggalkan kenangan manis, ia pun bersenda gurau dgn riang. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu."

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar & melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda utk jalan pagi.

Pulang ke rumah, istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu utk dirinya, satu utk istrinya.

Istrinya merasa aneh, "Sayang, apa yg terjadi? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku ya?"

Di kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Ia menjadi lebih toleran, apresiatif thd pendapat berbeda. Ia mulai menikmatinya.

Pulang jam 5 sore, ternyata istrinya menungguinya. Sang istri menciumnya, "Sayang, sekali lagi mohon maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu." Anak-anak pun berani bermanjaan kembali padanya.

Tiba-tiba, ia merasa hidup begitu indah. Ia mengurungkan niatnya utk bunuh diri. Tetapi bagaimana dgn racun yg sudah ia minum?

Bergegas ia mendatangi sang Master, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Bila kau hidup dgn kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu. Bersyukurlah! Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan, jalan menuju ketenangan.

Sesungguhnya Wanita Itu Cantik....


Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:


1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman dan taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona.Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.

2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria.

Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya

Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.

Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.

Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya

Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia.

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemaninya. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.

Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.


Sahabatku...
Kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi.
Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada.
Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara.
Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi.
Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?

(oleh Zafiruddin Ziyaad )
Kata-Kata Hikmah

"Diam itu emas, tapi bicara baik, jujur dan benar adalah akhlak yang mulia..."

Oleh : Ust Muhammad Arifin Ilham

Hudzaifah.org - Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwah fillah rahimakumullah, saudara saudariku yang kucintai karena Allah. Semua kita menghendaki kemuliaan, kejayaan, tidak saja di dunia tapi juga di akhirat. Dan mereka yang sukses di akhirat dimulai dari suksesnya di dunia. Simaklah kalamullah surat Fatir ayat 10. Siapapun yang merindukan kejayaan dunia akhirat simaklah kalamullah ini. Allah berfirman kepada kita:

"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan (kalimat) yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya..." (QS. Fatir: 10)

Garis bawahi "kalimat yang baik" dan "amal yang shaleh". Kalimat yang mulia, lisan yang selalu bicara yang baik, dari dzikir kepada Allah, dakwah, mengajak manusia ke jalan Allah, ada qoulan tsaqilla: kata-kata pilihan, qoulan laina: kata-kata yang santun, qoulan sadida: kata-kata yang mulia, qoulan baligho: kata-kata bukan hanya "yang penting sampai", tapi benar-benar berangkat (dari) menyampaikannya karena kecintaan kepada siapa yang disampaikan. Kecintaannya kepada Allah membuat ia cinta kepada makhluk Allah, lalu ia berkata-kata, inilah qoulan baligho.
 
Berarti kalimat yang baik, belum cukup bila belum dilanjutkan dengan amal yang shaleh, amal yang nyata, amal yang membawa kebaikan perbaikan. Inilah yang membuat seorang hamba itu mulia. Tidak cukup dengan hanya amal shaleh, tapi juga diiringi dengan perkataan yang baik. Tidak cukup berkata yang baik, tapi juga diiringi dengan amal yang shaleh. Berarti amal yang shaleh dan berkata yang baik, dua hal yang dapat dibedakan, tidak dapat dipisahkan untuk mencapai kejayaan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana dzikir dan jihad, dua hal yang dapat dibedakan tapi tidak pernah dapat dipisahkan. Hamba Allah yang berdzikir itu berjihad di jalan Allah. Dan hamba Allah yang berjihad di jalan Allah itu selalu berdzikir kepada Allah SWT.

Berarti hamba Allah yang beriman, hamba Allah yang bertaqwa, akan meraih kemuliaan. Dan istimewanya kita akan mendengar dari lisan mereka perkataan yang baik, dan mereka terus beramal shaleh. Karena mereka tahu, hari jam menit detik menuju kematian. Hidup di dunia ini fana. Itulah yang mereka lakukan demi ini. Tidak heran mereka dimuliakan oleh Allah, dimuliakan oleh para malaikat, dimuliakan di muka bumi ini, karena perkataan dan amal shaleh.

Banyak orang bisa berkata tapi belum tentu bisa beramal. Ada juga orang yang beramal tapi perkataannya kurang baik. Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhirat, hendaklah ia berkata baik, benar, jujur, kalau tidak: diam.

Hanya dua pilihan, kalau tidak bisa berkata baik benar, diam saja. Maka itu yang kedua, kata-kata "diam", diam lebih baik daripada bicara yang tidak baik. Diam itu emas, tapi bicara baik benar adalah akhlak yang mulia.

Subhanallah. Sungguh beruntung hamba Allah yang beriman. Lisannya baik, amalnya baik, pantaslah ia mendapat kejayaan dunia akhirat.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahailla anta astaghfiruka wa atubuilaik. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []